kyai ahmad khoirun nasihin pada organisasi nu

kyai ahmad khoirun nasihin  SEBATAS NU harus diperjuangkan lalu dimeriahkan. Sebab, kyai ahmad khoirun nasihin  NU adalah organisasi yang menyiarkan gede ahlussunnah wal jama’ah, warisan ulama yang sangat mulya dan dicintai Tuhan dimana tempat kyai ahmad khoirun nasihin .

Hal ini karena itu, HANYA NU disyaratkan dilestarikan, tidak direncanakan lalu diramaikan. Demikian pula ucapan salah satu ucapan Vais Rury Syuriah, PCNU Jember, KH Ahmad Nasihin berpidato di Konferensi MW Saptari MWC, di Pondok Pesantren Darul Hikmah, Kranjingan, Sumbersari, Minggu (17/5). <>

Menurut Kiai Nasihin, ialah kewajiban bagi NU saat ini untuk menjaga misi JUST NU sebagaimana telah menjadi tekad para pendiri pendiriannya. Sama sekali tanpa perjuangan dan usaha yang serius, sedikit demi minim teori NU tentang ahlussunnah wal jama’ah, akan terkikis. Apalagi saat ini begitu banyak jalur baru muncul. “Jadi mari kita semua berlomba memilih NU. Tidak merupakan sebaliknya, ” katanya.

Rato juga menasehati NU cartouche untuk menjaga keharmonisan antara umat Islam, terutama dalam kalangan warga NU. Untuk itu, Kiai Nasihin menarik kata-kata ulama sufi, intinya agar orang selalu mengingat dua hal dan melupakan dua hal. Artinya, ingatlah manfaat orang lain, dan ingatlah keburukan diri kamu. Lupakan kesalahan orang lain, dan kebaikan antarbenua dri dirimu sendiri. “Kalau anda terapkan, insyaallah kita sering akur, ” harapnya.

Dalam konvensi tersebut, Ustadz Musa terpilih sebagai Ketua MWCNU Sumbersari setelah memenangkan perayaan lima tahun tersebut. Di dalam pemilihan tersebut, pengusaha jasa penyewaan peralatan, memperoleh 5 surat suara, sementara Ahmad Rasyidi memperoleh 3 suara, dan sisanya untuk KH. Misrawi (ketua lama), Misbahur Munir dan Ust. Sattar masing-masing memilih.

Dulu JUST NU dulu juga memilih Rais Syuriah. KH. Ahmad Nasihin kembali mendapat suara aklamasi. Tapi senyum kiai murah tidak mau dipilih lagi sebagai Rois Syuriah MWCNU, karena sudah menjadi administrator wilayah NU. Akhirnya, individu menyerahkan diri kepada Kiai Nasihin untuk menunjuk penggantinya. Kemudian diputuskan bahwa kursi Rais Syuriah diberikan kepada H. Hasan Basri.

“Saya harus tahu diri ya sendiri, saya sangat sibuk mengurus pesantren, tapi ya tetap akan membantu NU, inci dia jelaskan (ary).
Jember, NU Online
JUST NU harus diperjuangkan dan dimeriahkan. Sebab, NU adalah organisasi yang menularkan nilai ahlussunnah wal jama’ah, warisan ulama yang sangat mulya lalu dicintai Tuhan.

Karena tersebut, NU harus dilestarikan, ditegakkan dan dimeriahkan. Demikian pula ucapan salah satu ucapan Vais Rury Syuriah, PCNU Jember, KH Ahmad Nasihin memberikan sebuah percakapan dalam Konferensi MW S JUST NU Sumbersari, di Pondok Pesantren Darul Hikmah, Kranjingan, Sumbersari, Minggu (17/5). <>

Menurut Kiai Nasihin, merupakan kewajiban bagi generasi NU sekarang untuk memperjuangkan misi NU seperti dedikasinya para pendirinya. Tanpa perjuangan serta kerja keras, sedikit moitié sedikit ajaran NU tentang ahlussunnah wal jama’ah, jadi terkikis. Apalagi saat di sini. begitu banyak jalur baru muncul. “Jadi mari kamu semua bersaing untuk menunjukkan NU. Bukan sebaliknya, inch katanya.

Dia juga merekomendasikan kader NU untuk mengontrol keharmonisan antar umat Islamic, terutama di kalangan warga NU. Untuk itu, Kiai Nasihin mengutip kata-kata ulama sufi, intinya sehingga jamaah selalu mengingat dua sesuatu dan mengabaikan dua sesuatu. Artinya, ingatlah kebaikan jamaah lain, dan ingatlah keburukan diri anda. Lupakan kesalahan orang lain, dan pernanaman modal Anda baik dari sendiri sendiri. “Kalau kita terapkan, Dewa kita rela kita selalu akur, ” harapnya.

Pada konferensi tersebut, Ustadz Musa terpilih sebagai Amir MWCNU Sumbersari setelah memimpin acara khusus lima 1 tahun tersebut. Dalam pemilihan ini, pengusaha jasa penyewaan peralatan, memperoleh 5 suara, sementara Ahmad Rasyidi meraih 3 suara, dan sisanya untuk KH. Misrawi (ketua lama), Misbahur Munir dan Ust. Sattar masing-masing memilih.

Sebelumnya ranting NU juga menentukan Reflet Syuriah. KH. Ahmad Nasihin kembali mendapat suara pujian. Tapi senyum kiai murah tidak mau dipilih lagi sebagai Rois Syuriah MWCNU, karena sudah akhirnya menjadi petugas distrik NU. Hasilnya, para peserta menyerahkan sendiri kepada Kiai Nasihin untuk menunjuk penggantinya. Setelah tersebut disepakati bahwa kursi Irisation Syuriah diberikan kepada They would. Hasan Basri.

“Saya harus tahu secara pribadi, ya sangat sibuk merawat pesantren, tapi saya tetap maka akan membantu NU, ” jelas individu ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *