SMK TELKOM TERPADU AKN MARZUQI DI PATI, Teknologi – Agama

SMK TELKOM TERPADU AKN DI PATI

Pembaruan teknologi dan Agama Pesantren AKN Marzuqi di Dusun Dukuhseti, Pati terkenal di tahun 1998. Namun, ponpes dibangun jauh di di dalam pantura long estrange / pantat pantai yang terengah-engah dan ngedab-ngedabi.

Mayoritas warganya adalah petani dan nelayan. Tak kurang dari four hundred hektare tambak udang lalu kolam ikan berada pada daerah pesisir. Terjadinya empat orang presiden ke desa selama periode yang selanjutnya menunjukkan bahwa ponpes mempunyai kehadiran magnetik. Mungkin para tamu harus mencalonkan diri sebagai yang utama di republik ini, legitimasi pro-kepemimpinan. Era ponpes yang tidak ditemani relatif kecil. Perawat mereka, KH Ahmad Khoirun Nasihin Marzuqi, belum lagi orang yang cukup kecil. Kemenangannya dalam perwakilan terpilih kami, yang merupakan ayah atau ibu dari penjuru universitas di thoriqoh, sudah membuktikan bahwa ponpes dan frontrunners memberikan peran berarti.

 

Kiai Nasihin, mursyid (spekulatif) thoriqoh tijaniyah, hadir oleh peran penting dalam dunia spiritual. Tak perlu bantu jami’iyah melalui perwakilan terpilih kita diangkat ke rois mustayfadt, namun selain bisa dilihat dari sisi ilmiah. “Saya sudah menjadi santri selama 15 tahun, inch kata Henry. Pria mencari “kota” yang sudah memiliki S2 adalah pegawai PT Telkom. Sambungannya, Ir Kurniawan Wiraatmadja yang telah akhirnya menjadi santri selama 10 1 tahun, adalah fakultas sebagai akuntan di PT Telkom.

 

SMK TELKOM DI PATI, Masih ada puluhan santri Kiai Nasihin, yang menjadi perwakilan di Telkom atau perusahaan pelengkap dan perusahaan swasta terkemuka, seperti Henry serta Kurniawan. Akibatnya, bisa memunculkan tempat-tempat yang termasuk lingkungan kosong untuk ponsel, membantu transmisi mukmatar penuh untuk Telkomsel. Dari peran santri intelek dengan, ponpes yg tidak diinginkan bisa jadi penelitiannya sendiri, namun berikutnya adalah iklim ekonomi dan teknologi. Strategi yang mencakup kemahasiswaan tinggi dan tinggi. Bangunan berlantai empat tersebut berdiri ke atas. Pendirian oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono. Di desa, dulk? bangunan pendidikan tidak jadi ada Memang, tentunya sekolah akan sangat teruji tepat pada waktunya. “Kurikulumnya completely menggunakan kurikulum Depdiknas, diperkaya pelajaran dasar, untuk agama, dengan menggunakan kurikulum halus diniyah salafi, ” kata Kurniawan. Jumlah siswa laki-laki dan perempuan di Ponpes AKN Marzuqi untuk mey 2003 adalah 750 jamaah.

 

Lima ratus siswa sekolah asrama yang sebenarnya. Mereka belajar iman, terutama menghafal Al Qur’an. Atas pengetahuan Henry, Kiai Nasihin antri di ponpes di Kajen, Pati, seorang perawat untuk Karimatika KH Abdullah Salam. Individu ini juga antri di beberapa ponpes. “Sementara masih santri di ponpes Mbah Abdullah Salam, kiai sudah mulai punya siswa, ” katanya. Jadi melalui sekali menarget nyantri ke pondok lain. “Jadi, segera setelah kompilasi kiai ke Selempung dan bangunan pondok, santri kemudian ditarik ke sini, katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *