Kiai Nasihin Adalah Orang Yang diBerikan Kelebihan Oleh Allah

Kiai Nasihin Adalah Orang Yang diBerikan Kelebihan Oleh Allah

itulah ungkapan dari KH Thoha. Guru Syariat Sekaligus Murid Tarekat.

 

kiai nasihin  Ponpes AKN Marzuqi

 

PATI – Menurutnya, Kiai Nasihin adalah orang yang diberikan kelebihan oleh Allah karena ilmunya yang sangat luas. Tanda-tanda karomah yang dimiliki Kiai Nasihin sudah terlihat sejak masih berusia belasan tahun.

 

Kiai Nasihin Pati merupakan Pengasuh Ponpes Tarekat Tijaniyah Dukuh Slempung, Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah, KH Ahmad Khoirun Nasihin (AKN) Marzuqi memiliki keistimewaan tersendiri di mata KH Ahmad Thoha Ismail, Pengasuh Ponpes Nurul Furqon, Ngemplak, Pati
“Saya memang pernah menjadi guru beliau. Tapi guru saat beliau masih sekolah di madrasah. Untuk urusan ilmu tarekat, saya adalah murid beliau,” ujar KH Thoha.

Bahkan, ayah KH Thoha, KH Ismail juga murid Kiai Nasihin. Sebab, KH Ismail tidak pernah menurut saat diperintah oleh kiai atau teman sebayanya.

Namun saat diperintah Kiai Nasihin yang usianya masih muda, KH Ismail patuh. Hal itu tidak lepas dari sebuah peristiwa yang cukup mengejutkan.

“saya tanya, Gus, bapak diapakan kok bisa patuh sama panjenengan? Kiai Nasihin muda menjawab bahwa bapak dinasehati pada saat tertidur lelap. Logikanya, kok bisa orang yang tidur dinasehati,” ungkapnya penuh keheranan.

Bagi KH Thoha, Kiai Nasihin cerdas di berbagai bidang, dari ilmu syariat, tarekat maupun pengetahuan umum. Karena itu, dia menyebut Kiai Nasihin sebagai guru mursyid sekaligus tokoh intelektual.

Dia mengenang, Kiai Nasihin saat masih mengenyam pendidikan di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) sudah ceramah di Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang dengan audiens dari para intelektual, termasuk dosen dan doktor.

Meski masih muda, tetapi ilmu Kiai Nasihin sudah tua. Begitu gumam KH Thoha yang tidak henti-hentinya mengungkapkan kekagumannya pada sosok murid sekaligus gurunya tersebut.

Dia juga mengakui, Kiai Nasihin sejak kecil perjuangannya sangat besar. Jerih payah dan jatuh bangun sudah dijalani Kiai Nasihin.

“Ketika masih kelas 3 MTs, beliau sering membangunkan saya untuk salat malam. Dari segi tidurnya saja sangat sebentar, tapi aktivitasnya luar biasa. Beliau gemar tirakat sejak kecil,” ucap KH Thoha.

Dalam beberapa kesempatan, tingkah polah KH Thoha kerap dibaca Kiai Nasihin. Salah satunya saat KH Thoha tidak berangkat mengimami salat subuh, tetapi salat sendiri di rumah.

Siang hari setelah berangkat ke SMK Telkom AKN Marzuqi untuk mengajar, KH Thoha ditegur Kiai Nasihin bahwa salat di rumah kurang bagus selagi masih bisa salat berjamaah. Dia hanya tertegun, karena apa yang dilakukan di Ngemplak bisa terbaca Kiai Nasihin yang tinggal di Slempung.

Padahal, jarak kedua kampung itu sangat jauh, yakni sekitar 20 kilometer. “Tingkah polah saya di rumah sering terbaca sama Mbah Yai,” tuturnya.

Seperti diketahui, Kiai Nasihin merupakan guru mursyid yang mengajarkan tarekat Tijaniyah. Di mata KH Thoha, Kiai Nasihin tidak sekadar seorang guru. Lebih dari itu, beliau disebut-sebut sebagai seorang khalifah, pemuka sufi (muqaddam) atau guru besar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *