KH Ahmad Khoirun Nasihin (AKN) Marzuqi Merupakan Ulama Tarekat

KH Ahmad Khoirun Nasihin (AKN) Marzuqi Merupakan Ulama Tarekat

 

kiai AKN Marzuqi pati

 

KH Ahmad Khoirun Nasihin (AKN) Marzuqi atau yang akrab disapa Kiai Nasihin merupakan ulama tarekat yang tinggal di kawasan pesisir utara laut Jawa, tepatnya Dukuh Slempung, Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Beliau adalah pendiri Yayasan Baitul Hazin yang menaungi Pondok Thoriqoh Tijaniyah, Ponpes Putra Putri AKN Marzuqi, SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi, dan SMP Terpadu AKN Marzuqi. Kedalaman ilmunya membuat sejumlah pejabat penting hingga presiden berguru kepada beliau.

Bahkan, Kiai Nasihin sudah menjadi mursyid pada usia 14 tahun. Hal itu wajar, karena beliau memiliki garis keturunan dari Kerajaan Majapahit hingga Rasulullah SAW.

Kiai Nasihin saat ditemui sejumlah wartawan mengaku keturunan Raden Paku, putra Dewi Sekardadu. Raden Paku sendiri merupakan cucu dari Menak Sembuyu, penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir kekuasaan Majapahit.

Sejarah mencatat, Dewi Sekardadu menikah dengan seorang penyebar agama Islam dari Asia Tengah bernama Maulana Ishaq. Pernikahan keduanya dikaruniai seorang anak bernama Raden Paku yang kelak menjadi Sunan Giri, setelah mendapatkan bimbingan dari Sunan Ampel dan Sunan Bonang.

Sementara ayah Raden Paku, Maulana Ishaq adalah putra dari Syekh Jumadil Qubro. Maulana Ishaq memiliki saudara laki-laki bernama Maulana Malik Ibrahim yang dikenal dengan Sunan Gresik.

Dengan demikian, Raden Paku juga merupakan keponakan dari Sunan Gresik. Raden Paku aktif menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, saat wilayah Blambangan yang merupakan kelanjutan dari Kerajaan Majapahit masih banyak memeluk agama Hindu dan Buddha.

Kakek Raden Paku dari jalur ayah yang bernama Syekh Jumadil Kubro adalah keturunan ke-10 dari Husain bin Ali, yaitu cucu Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, Raden Paku merupakan keturunan dari hasil perkawinan nasab Nabi Muhammad SAW dan penguasa Majapahit.

Kedalaman ilmu agama Raden Paku membuat dia aktif berdakwah dan menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Kelak, dia menjadi satu di antara anggota walisongo bergelar Sunan Giri dan mendirikan kerajaan kecil bernama Giri Kedaton.

Maka tidak heran jika Kiai Nasihin memiliki kelebihan di bidang kedalaman ilmu agama Islam, karena leluhurnya, Sunan Giri memiliki garis keturunan Nabi Muhammad SAW dan trah Majapahit. Kendati demikian, Kiai Nasihin tetap tawadu, rendah hati kepada siapapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *